July 16, 2008
iPhone Bukan Lagi Ancaman Bagi Blackberry

Pernyataan ini dilontarkan periset dari UBS Investment Jeffrey Fan setelah berhasil mewawancarai 222 orang di Inggris dan 106 orang di Amerika saat mereka mengantre iPhone 3G.
Menurut data Fan, yang dilansir melalui Cellular News, Selasa (15/7/2008), dari 106 pembeli iPhone di Amerika, hanya lima orang atau 4,7 persen yang merupakan pengguna Blackberry. Bahkan tiga orang dari jumlah tersebut tidak berniat untuk menjual Blackberry mereka setelah mengusung iPhone. Artinya, hanya 1,9 persen saja nilai kemungkinan peralihan Blackberry.
"Sekira 30 persen dari 106 orang tersebut ternyata pengguna Motorola dan Samsung. Dengan kontribusi masing-masing 15 persen," ujar Fan.
Lalu, di Inggris, dari 222 orang yang membeli iPhone, hanya delapan orang atau 3,6 persen yang mengaku telah mengalihkan Blackberry-nya ke iPhone. Hanya satu orang yang berminat menggunakan keduanya, iPhone dan Blackberry. Namun 18 persen dari responden tersebut mengaku memiliki Blackberry Korporat sehingga mereka tidak bisa melepaskan handset milik Research in Motion (RIM) tersebut.
"Dari 222 orang di Inggris tersebut, 28 persennya merupakan mantan pengguna Nokia, sedangkan 20 persennya telah menggunakan Sony Ericsson sebelumnya," tandas Fan. Lebih lanjut Fan menambahkan bahwa hasil riset ini bahwa meskipun riset ini terbatas namun dapat membuktikan bahwa segmen pengguna Blackberry dan iPhone sangat berbeda sehingga tidak akan menjadi ancaman yang cukup signifikan untuk RIM.
Di dua negara tersebut, mayoritas pembeli iPhone 3G ternyata telah memiliki iPhone versi pertama. Di Inggris sekira 29 persen dan di Amerika sekira 37 persen. Bahkan beberapa operator pasangan iPhone di beberapa negara membuat Blackberry sebagai handset alternative dari iPhone sehingga mereka membandrol Blackberry dengan harga lebih murah. Misalnya saja T-Mobile Amerika yang rela menurunkan harga Blackberry Curve hingga USD50 menjadi USD99 saja. (Okezone)








Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.