May 9, 2008
Apple dan RIM Akan Bertarung

Sementara Apple sedang gencar mempromosikan iPhone, Research In Motion (RIM), pembuat software BlackBerry yang juga terintegrasi pada Apple iPhone, kini muncul menyainginya. Langkah ini membuat kesal pihak Apple yang merasa diserang oleh RIM karena telah berencana merilis versi keyboard QWERTY.
RIM semakin berada di posisi aman dalam pasarnya, yakni enterprise dan perusahaan. Dia menyatakan bahwa produknya BlackBerry ini lebih digemari karena jauh lebih akurat dengan keyboard QWERTY dibandingkan Apple yang hanya mengandalkan layar sentuh. RIM kemudian dibidik para korporat yang cenderung membutuhkan keakuratan dan menghindari email error daripada ranking dan pendapat konsumer tentang iPhone.
Berdasarkan keterangan situs AppleInsider, seperti dilansir InformationWeek, Senin (5/5/2008), pihak RIM mengatakan, "Sebagai bagian dari tim baru, Anda akan terpengaruh oleh pengembangan dan desain software BlackBerry. Teknologi terbaru RIM ini mengadopsi pengalaman dari pengembangan Mac, JavaScript, XML, dan layanan MacSync."
Ketika pengguna iPhone mulai tertarik untuk mencoba keakuratan dari iPhone versi keyboard, hasil tes independen telah menemukan beberapa error pada iPhone versi layar sentuh. Hal ini disampaikan kepada pihak Apple, dan menyarankan Apple untuk tidak menjadikan iPhone ini sebagai produk prioritas.
"Saya tidak bisa mengetik di layar ini, masih belum bisa. Tidak hanya saya, teman-teman saya pun mengaku sulit untuk melakukannya," tukas co-chief visionary RIM Mile Lazaridis kepada The New York Times. "Sangat sulit untuk mengetik pada layar sentuh," imbuhnya.
Teknologi iPhone dengan keyboard diperkenalkan oleh orang-orang yang tergabung dalam Haptic dari Glasgow University, namun, hingga kini teknologi tersebut belum bisa dipublikasikan.
Pelanggan BlackBerry di India Baru 114.000

Dilansir Reuters, Selasa (6/5/2008), media setempat memperkirakan sekira 400.000 pelanggan Blackberry di India, sementara estimasi para analis justru lebih dari setengah juta pelanggan.
"Informasi yang kami peroleh dari penyedia layanan, hanya sekira 114.000 pelanggan yang terdaftar menggunakan layanan Blackberry dari berbagai perusahaan telekomunikasi," kata menteri muda telekomunikasi India Jyotiraditya Scindia.
Adapun sementara ini terdapat empat perusahaan telekomunikasi yang menggunakan layanan BlackBerry milik Research In Motion (RIM) di India, yakni Bharti Airtel, Reliance Communications, Vodafone Essar, dan BPL Mobile yang keduanya berada di bawah bendera besar Vodafone.
RIM tidak bersedia memberikan angka spesifik penggunaannya. Juru bicara RIM di India hanya mengatakan bahwa secara global, RIM telah memiliki sekira 14 juta total pelanggan pada kuartal pertama per tanggal 1 Maret. (Okezone)








Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.