December 4, 2007

Buat Gaya Bukan untuk Pengganti Ponsel



Sejak belum beredar, Apple iPhone telah menghebohkan dan dinantikan banyak orang. Kabar burung menyebutkan iPhone bakal beredar resmi di Indonesia pada semester pertama 2008. Kalau saja terealisasi, bukan mustahil sambutan pasar tidak seantusias di luar negeri. Bukan karena konsumen di sini tidak berminat, melainkan lantaran mereka telah terpuaskan dahaganya.

Dengan dana sekitar Rp 6 juta, pengidam iPhone saat ini bisa membawa pulang satu unit iPhone 8 GB. Gadget itu siap dipadukan dengan kartu SIM operator GSM Indonesia. Statusnya memang tanpa garansi. Tetapi, bagi sebagian konsumen di tanah air, memiliki kesempatan bergaya lebih awal lebih penting daripada status garansi.

Pengalaman penulis, iPhone ternyata bukan pilihan bijak untuk menjadi ponsel utama. Ketika digunakan bertelepon, peranti yang dapat bekerja di jaringan GSM 850/900/1800/1900 MHz itu masih relatif nyaman. Keypad numerik virtual yang muncul di layar mudah disentuh dengan tepat.

Namun, begitu hendak mengetik SMS, jadilah iPhone memiliki fungsi ganda. Sebagai perangkat komunikasi sekaligus sarana belajar mengendalikan emosi. Tombol QWERTY keyboard virtual yang tersaji di layar tergolong kecil. Kesalahan ketik pun tak bisa disebut rendah.

Ada bukti pendukung terkait hal itu. Pertengahan tahun ini User Centric, sebuah perusahaan konsultan yang berbasis di Chicago, AS, melakukan survei terhadap pengguna iPhone dan ponsel. Hasilnya, pengguna iPhone membuat 5,6 kesalahan saat mengetik satu SMS. Pemakai ponsel ber-keypad numerik seperti di kebanyakan ponsel melakukan 2,4 kesalahan, sedangkan pengguna ponsel dengan QWERTY keyboard hanya membuat 2,1 kesalahan.

Kekurangmenarikan lain iPhone, SIM card tray atau alas kartu SIM-nya berada di sisi atas dan tak mudah dikeluarkan. Pengguna harus memakai alat bantu yang runcing serta keras. Misalnya, klip kertas atau peniti. Tak praktis!

Suara yang diperdengarkan via speaker internal iPhone tergolong kecil. Sehingga, bila ingin optimal, kala memainkan file musik atau video pengguna sebaiknya memakai headset stereo. Berbeda 180 derajat dengan suara, tampilan layar iPhone sangat halus, tajam, dan cemerlang. Digunakan di bawah sorotan cahaya matahari pun tulisan dan gambar masih relatif mudah dilihat.

Mengamati foto dan browsing via iPhone menawarkan pengalaman baru yang menarik. Pengguna cukup "mencubit" layar untuk memperbesar (zoom in) tampilan atau mengembalikan ke kondisi normal (zoom out). Kalau pengguna memutar posisi iPhone, maka tampilan di layar langsung menyesuaikan diri.

Hasil jepretan kamera iPhone tak layak disebut prima. Sementara bluetoothnya sebatas untuk dihubungkan dengan handsfree bluetooth, kemudian dipakai bertelepon. Pengguna tak dapat mentransfer data via bluetooth. (Herry S.W.)

Sumber : Jawa Pos dotcom

Tags: , , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Google Netscape Socializer Technorati Windows Live Yahoo! Help

Permalink • Print • Comment

Trackback uri

http://2tech.biz/blog/buat-gaya-bukan-untuk-pengganti-ponsel-207/trackback/

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.